Sabtu, 19 Desember 2015





Image result for lafadz basmallah
Coretan Pendek dari Sepenggal Kisah Untuk Pilihan Hidup

Astaghfirullah……3x
Bagaimana mungkin Allah senantiasa memberikan rahmatNya ketika manusia itu sendiri telah kufur terhadap nikmatnya,  lupa akan tanggung jawabnya  hidup di dunia, lupa akan Dia Maha Melihat, berbuat maksiat sebesar mungkin, kemudian kembali pada saat kita merasa terpojok akan keadaan, bingung terhadap pilihan, merasa terasingkan, terpuru. Kemudian kembali lagi pada kemaksiatan ketika Allah merubah keadaan hambaNya menjadi lebih baik. Bahkan saya sendiri merasa bingung, apakah saya salah satu dari golongan fasik ??? namun,  perasaan sealalu ingin lembali ke jalan yang di ridhoi.
 
Salahsatu cerita cobaan ketika hijrah… dimana berawal semua terasa begitu menyenangkan…bayangkan saja ketika kalian merasa jatuh cinta..MasyaAllah….begitu kira-kira rasanya…..namun jatuh cinta yang satu ini terasa lebih nyaman…kenapa bisa seperti itu? Jawabannya,  ketika jatuh cinta  terhadap Sang Khaliq.. tidak ada yang perlu di hawatirkan untuk kehilangan, apapun yang kalian minta pasti di kasih, selalu ada saat kita butuh…dalam sujud lima waktu itulah, waktu dimana kita bisa cerita segala sesuatu yang kita rasakan rasa syukur, bahagia, rindu….bahkan ketika masa haid bagi kaum hawa….masa-masa lima waktu itulah yang sangat di rindukan….
Bahkan dahulu ada seorang laki-laki yang dulu dominan saya beri rasa lebih….waktu itu..untuk kontak saja dengannya seperti penghalang untuk mendekatkan diri padaNya…seringkali pula laki-laki itu datang memberiku perhatian lebih membawakanku beberapa makanan, buah …dan kuanggap itu sebagai rizeki yang berlebih dari Allah…semuanya masih terasa menyenangkan…
Teman-teman di lingkungankupun mulai merespon positif..mulai dari cara pakaianku dengan Khimar wa Jalabah serba tertutup…caraku bertemu dengan mereka..untuk mulai menjaga jarak dengan non-muhrim semuanya mulai begitu menghargai….disitu pula aku merasakan lingkunganku pun mulai menyayangiku….

Dan tiba saatnya ketika waktu terus berjalan…begitu pula dengan ujiannya… dimana bukti cintaku di uji dengan beberapa ujian yang begitu mengantam perasaan, keresahan, pilihan, perbedaan ideology….seperti lampu sorot  di atas panggung yang dulu terpusat kepadaku kini..lampu itu meredup hingga mecapai titik gelap..teman-temanku mulai menghindar, beberapa keluarga mulai memandang sinis, pilihan karir kesenian yang kugeluti teori dan parkteknya selama 4,5 tahun seperti sia-sia, ideologi dimana orang meamndang ini ideology ekstrimis, radikal dll….tuntutan ekonomi keluarga yang semakin memojokan keadaan, memaksaku untuk jadi budak waktu & uang..pada kedua hal itu bukanlah segalanya…kecuali kedua hal itu ada ridho dariNya…..

Dimana antara dua pilihan ….aku harus menajalan syari’at secara kaaffah namun terpojok akan keadaan  atau aku menjadi Sekuler menjadi budak kapitalis, namun kaya. Tragis memang untuk saudara-saudar muslim yang memegang idologi yang mulia ini “ ISLAM”…dimana mreka ada yang dibantai, boikot, diusir dari kampumg halaman, dilecehkan…lengkap sudah ….tinggal syari’at yang di amalkan secara kaaffah yang harus di amalkan ….
Mengucapkan selalu mudah..lidah tidak bertulang….dan akhirnya aku merasa seperti salah satuorang fasik..aku memilih untuk melanggar syari’atnya satu persatu tanpa sadar…
Dimulai dari aku meminta bantuan seorang laki-laki yang bukan muhrimku yang dulu aku menyimpan rasa untuknya, dia untuk memenuhi kebutuhan sehari-hariku.. Dari bayar kos hingga uang makan sehari-hariku, dia yang menanggung semuanya. Dan aku rasa aku mulai memyukainya kembali…tapi rasa ini selaluu tersimpan rapi…entahlah..dia tau atau tidak…yang jelasnya aku tidak berusaha mengumbar perasaanku untuknya…dimana perasaanku untuk laki-laki bukan muhrim ini semakin bertambah..dan untuk Illahku..semakin berkurang…ini dosa besar yangku lakukan hingga hari ini…

Namun karena keakraban itu tumbuh kembali…mulailah aku memcari tahu..siapa yang kini dekat di hati si laki-laki baik ini…dan semakin kritis aku mencari tau semakin mengiris perasaan..aku melihat di data harddisk miliknya…tersimpan gambar perempuan yang sering aku temua dikampus, perempuan yang cantik, putih parasnya,  tubuhnya terbungkus rapi dengan  rok dan Khimar panjang hingga lutut…aku seringkali melihat perempuan itu di masjid kampus tempat dimana aku Halaqoh…namun dia mengajarkan teman-teman kampus untuk belajar membaca Al qur'an… lebih keperbaikan akhlak…hanya berbeda wadah tempat mengaji…yang kumulai pertengahan bulan April 2015. Sekarang Desember 2015.
Aku rasa Allah telah memeberiku petunjuk… apa yang harus aku lakukan.  Setelah shalat Ashar ku lanjut dengan Shalat Istiharah….untuk memantapkan hatiku..apa yang harus aku perbuat…begitu banyak petunjukNya yang Ia berikan padaku..bahwa…..
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (Al-Baqarah: 216)

Sesungguhnya tidak ada  lagi cita-cita tertinggi selain meraih Rahmat dan RidhoNya…..
Wallahu’alambisawab()