Coretan
Pendek dari Sepenggal Kisah Untuk Pilihan Hidup
Astaghfirullah……3x
Bagaimana
mungkin Allah senantiasa memberikan rahmatNya ketika manusia itu sendiri telah
kufur terhadap nikmatnya, lupa akan tanggung jawabnya hidup di dunia,
lupa akan Dia Maha Melihat, berbuat maksiat sebesar mungkin, kemudian kembali
pada saat kita merasa terpojok akan keadaan, bingung terhadap pilihan, merasa
terasingkan, terpuru. Kemudian kembali lagi pada kemaksiatan ketika Allah
merubah keadaan hambaNya menjadi lebih baik. Bahkan
saya sendiri merasa bingung, apakah saya salah satu dari golongan fasik ???
namun, perasaan sealalu ingin lembali ke jalan yang di ridhoi.
Salahsatu
cerita cobaan ketika hijrah… dimana berawal semua terasa begitu menyenangkan…bayangkan
saja ketika kalian merasa jatuh cinta..MasyaAllah….begitu kira-kira
rasanya…..namun jatuh cinta yang satu ini terasa lebih nyaman…kenapa bisa
seperti itu? Jawabannya, ketika jatuh cinta terhadap Sang Khaliq..
tidak ada yang perlu di hawatirkan untuk kehilangan, apapun yang kalian minta
pasti di kasih, selalu ada saat kita butuh…dalam sujud lima waktu itulah, waktu
dimana kita bisa cerita segala sesuatu yang kita rasakan rasa syukur, bahagia,
rindu….bahkan ketika masa haid bagi kaum hawa….masa-masa lima waktu itulah yang
sangat di rindukan….
Bahkan
dahulu ada seorang laki-laki yang dulu dominan saya beri rasa lebih….waktu
itu..untuk kontak saja dengannya seperti penghalang untuk mendekatkan diri
padaNya…seringkali pula laki-laki itu datang memberiku perhatian lebih
membawakanku beberapa makanan, buah …dan kuanggap itu sebagai rizeki yang
berlebih dari Allah…semuanya masih terasa menyenangkan…
Teman-teman
di lingkungankupun mulai merespon positif..mulai dari cara pakaianku dengan
Khimar wa Jalabah serba tertutup…caraku bertemu dengan mereka..untuk mulai
menjaga jarak dengan non-muhrim semuanya mulai begitu menghargai….disitu pula
aku merasakan lingkunganku pun mulai menyayangiku….
Dan
tiba saatnya ketika waktu terus berjalan…begitu pula dengan ujiannya… dimana
bukti cintaku di uji dengan beberapa ujian yang begitu mengantam perasaan,
keresahan, pilihan, perbedaan ideology….seperti lampu sorot di atas
panggung yang dulu terpusat kepadaku kini..lampu itu meredup hingga mecapai
titik gelap..teman-temanku mulai menghindar, beberapa keluarga mulai memandang
sinis, pilihan karir kesenian yang kugeluti teori dan parkteknya selama 4,5
tahun seperti sia-sia, ideologi dimana orang meamndang ini ideology ekstrimis,
radikal dll….tuntutan ekonomi keluarga yang semakin memojokan keadaan,
memaksaku untuk jadi budak waktu & uang..pada kedua hal itu bukanlah
segalanya…kecuali kedua hal itu ada ridho dariNya…..
Dimana
antara dua pilihan ….aku harus menajalan syari’at secara kaaffah namun terpojok
akan keadaan atau aku menjadi Sekuler menjadi budak kapitalis, namun
kaya. Tragis memang untuk saudara-saudar muslim yang memegang idologi yang
mulia ini “ ISLAM”…dimana mreka ada yang dibantai, boikot, diusir dari kampumg
halaman, dilecehkan…lengkap sudah ….tinggal syari’at yang di amalkan secara
kaaffah yang harus di amalkan ….
Mengucapkan
selalu mudah..lidah tidak bertulang….dan akhirnya aku merasa seperti salah
satuorang fasik..aku memilih untuk melanggar syari’atnya satu persatu tanpa
sadar…
Dimulai
dari aku meminta bantuan seorang laki-laki yang bukan muhrimku yang dulu aku
menyimpan rasa untuknya, dia untuk memenuhi kebutuhan sehari-hariku.. Dari
bayar kos hingga uang makan sehari-hariku, dia yang menanggung semuanya. Dan
aku rasa aku mulai memyukainya kembali…tapi rasa ini selaluu tersimpan
rapi…entahlah..dia tau atau tidak…yang jelasnya aku tidak berusaha mengumbar
perasaanku untuknya…dimana perasaanku untuk laki-laki bukan muhrim ini semakin
bertambah..dan untuk Illahku..semakin berkurang…ini dosa besar yangku lakukan
hingga hari ini…
Namun
karena keakraban itu tumbuh kembali…mulailah aku memcari tahu..siapa yang kini
dekat di hati si laki-laki baik ini…dan semakin kritis aku mencari tau semakin
mengiris perasaan..aku melihat di data harddisk miliknya…tersimpan gambar
perempuan yang sering aku temua dikampus, perempuan yang cantik, putih
parasnya, tubuhnya terbungkus rapi dengan rok dan Khimar panjang
hingga lutut…aku seringkali melihat perempuan itu di masjid kampus tempat
dimana aku Halaqoh…namun dia mengajarkan teman-teman kampus untuk belajar
membaca Al qur'an… lebih keperbaikan akhlak…hanya berbeda wadah tempat mengaji…yang
kumulai pertengahan bulan April 2015. Sekarang Desember 2015.
Aku
rasa Allah telah memeberiku petunjuk… apa yang harus aku lakukan. Setelah
shalat Ashar ku lanjut dengan Shalat Istiharah….untuk memantapkan hatiku..apa
yang harus aku perbuat…begitu banyak petunjukNya yang Ia berikan
padaku..bahwa…..
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat
baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk
bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (Al-Baqarah: 216)
Sesungguhnya
tidak ada lagi cita-cita tertinggi selain meraih Rahmat dan RidhoNya…..
Wallahu’alambisawab()